Ayo Mondok …

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat putra-putrinya, terbaik untuk saat ini dan terbaik juga untuk masa depan mereka, masa depan yang sangat panjang, dunia dan akheratnya. Oleh sebab itu pendidikan menjadi hal utama yang tak boleh luput dari perhatian orang tua. Pendidikan menjadi hal penting karena disitulah anak memperoleh bekal yang sangat diperlukan untuk masa depannya. Masa depan yang sangat panjang, dunia dan akherat. Sudahkah kita berpikir sejauh itu untuk putra-putri kita?

Gerakan “Ayo Mondok” yang sekarang marak menunjukkan bahwa pesantren bukanlah sekedar lembaga alternatif untuk pendidikan tetapi telah menjadi lembaga unggulan yang sejatinya boleh menjadi pilihan utama bagi pada orang tua untuk pendidikan putri-putrinya.

Penilaian pesantren sebagai lembaga alternatif juga tergambar dari beberapa orang tua yang mengancam putra-putrinya, akan memasukkan mereka ke pondok pesantren jika tidak berprestasi di sekolah umum atau karena sikap dan perilaku putra-putrinya yang kurang sesuai dengan keinginan orang tua.

Tak kenal maka tak sayang.

Citra pesantren sebagai pendidikan tradisional sebenarnya dihembuskan oleh penjajah sejak zaman colonial, hal ini yang terkadang masih menjadi alasan orang tua untuk menjadikan pesantren lembaga alternatif bagi putra-putrinya. Sistem pendidikan kolonial yang lebih menekankan pada kebutuhan jasmani peserta didik akhirnya dianggap lebih unggul. Padahal dalam perkembangannya, salah satu perkembangan yang banyak dilakukan pesantren adalah memasukan ilmu-ilmu umum, penguasaan teknologi dan keterampilan lainnya sehingga ada keseimbangan antara orientasi kehidupan akrerat dengan kehidupan duniawi. Disamping itu pesantren juga melaksanakan pendidikan formal di lingkup pesentren sehingga lulusannya kemudian dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah formal yang lebih tinggi dan tetap memiliki bekal ilmu-ilmu agama dan akhlak yang terbina.

Ada anggapan bahwa pesantren suatu saat akan tersingkir dari persaingan dunia pendidikan Indonesia. Namun anggapan itu keliru karena pesantren mampu menyesuaikan diri dalam setiap perubahan yang terjadi. Sejarahnya yang panjang selama berabad-abad menjadikan pesantren mampu bertahan walau dalam fitnah dan keterbatasan. Dan tidak hanya sekedar bertahan, tetapi pesantren kemudian tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul.

K.H. Hasan Basri, tokoh dan ulama nasional mengatakan beberapa titik keberhasilan pesantren , antara lain:

  1. Berhasil menanamkan iman yang kokoh dalam jiwa para santri sehingga mereka memiliki daya dan semangat juang yang tinggi untuk Islam.
  2. Bersikap tegas menentang kekafiran dan kebatilan secara konsekuen dan menyatukan diri dengan golongan pergerakan yang mempunyai pandangan yang sama.
  3. Mampu membentuk kecerdasan (intelektualitas) dan kesholehan (moralitas) pada diri para santri, menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan, dan membina diri untuk memiliki akhlak terpuji.
  4. Mampu membentuk masyarakat yang bermoral dan beradab berdasarkan ajaran Islam (masyarakat santri) sehingga menjadi kekuatan sosial dengan pengaruhnya yang besar dalam masyarakat bangsa Indonesia.
  5. Menjadikan dirinya bagaikan benteng terakhir pertahanan terakhir ummat Islam dari serangan Kebudayaan Barat yang dilancarkan pemerintah kolonial Belanda. Dengan kata lain, pesantren berhasil menyelamatkan kebudayaan Islam di Indonesia.
  6. Pesantren dan masyarakat santrinya adalah satu-satunya lembaga pendidikan di Indonesia yang tidak mengenal kompromi atau bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda.
  7. Dalam menghadapi arus perubahan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan yang melanda bangsa Indonesia, ternyata masih tetap menunjukkan vitalitasnya untuk tetap berperan sebagai salah satu kekuatan sosial yang penting bagi peradaban Islam di Indonesia, baik masa kini maupun masa mendatang. Pesantren juga ternyata tidak tergilas oleh arus perkembangan lembaga-lembaga pendidikan modern yang berkiblat ke Barat.

Selain hal-hal di atas, dari sumber lain dapat pula kami sarikan bahwa pesantren memiliki keunggulan utama pada penanaman keimanan. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan santri, mengaji dan ibadah lainnya, siraman rohani dan suriteladan kyiai baik ibadah maupun perilakunya sehari-hari sedikit demi sedikit menanam iman di dada santri. Hal itulah yang sulit dilakukan oleh sekolah umum walaupun berbasis Islam.

Hal paling penting lainnya yang bisa didapat dari pesantren adalah “Akhlak”. Akhlak yang dimaksud di sini bukan sekedar persoalan etika semata. Karena etika lebih kepada persoalan pola sikap dan pola ucap. Semisal, seorang koruptor yang sosialnya bagus tidak bisa dikatakan berakhlak. Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan kebenaran hatinya. Akan tetapi, akhlak jauh melampaui itu. Seseorang yang berakhlak, baik tindakan, perkataan, pikiran maupun perasaannya akan berjalan secara beriringan. Keempat itu tidak mungkin bertentangan. Contoh yang bisa kita ambil, ketika Nabi Muhammad SAW mengutuk seseorang yang munafik. Seperti kita mafhum, munafik adalah seorang yang ucapan dan tindakan, pikiran serta hatinya tidak sesuai. Dari contoh itu bisa kita petik, bahwa akhlak meliputi persoalan pola sikap, pola ucap, pola pikir dan pola rasa (hati). Bagaimanapun juga, Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia, tak lain dan tak bukan untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Kemudian selain hal itu telah sama-sama  kita ketahui bahwa di pesantren diajarkan pendidikan Islam yang lebih mendalam. Di dalam pesantren diajarkan Al-Qur’an yang lebih detail dan berbagai kitab-kitab yang mngandung ajaran yang sangat berharga, seperti tauhid, fiqh yang diajarkan secara bertahap dari kitab kecil hingga yang lebih tinggi. Sehingga seorang santri dapat lebih mengenal Allah dan benar-benar memahami hukum-hukum Islam. Pelajaran yang paling menonjol dalam pesantren yaitu Nahwu dan Shorof yang sering dianggap bapak dan ibunya ilmu. Nahwu dan shorof sangat ditekankan dalam pelajaran di pesantren, karena ilmu ini adalah modal utama untuk membaca dan memahami kitab-kitab terutama kitab yang belum di syakal dan diterjemahkan yang sering disebut dengan kitab gundul. Selain itu di pesantren juga diajarkan pelajaran etika seperti kitab Ta’limul Muta’alim. Di dalam kitab ini dijelaskan bagaimana etika seorang murid dalam mencari ilmu dan masih banyak lagi pelajaran dari kitab-kitab yang diajarkan selain yang disebut diatas.

Dan tentu yang tak kalah penting adalah di pesantren juga diajarkan bagaimana cara hidup bersosial, hidup mandiri, bertanggungjawab dan lainnya. Prinsip pelajaran yang penting ketika hidup di pesantren diantaranya yaitu memiliki kebijaksanaan menurut ajaran Islam, memiliki kebebasan yang terpimpin, berkemaampuan mengatur diri sendiri, memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, menghormati orang tua, guru, dan orang yang lebih tua, cinta kepada ilmu, mandiri, dan hidup sederhana.

Namun demikian bagi para orang tua sebalum memondokkan putra-putri sebaiknya memantau terlebih dahulu pesantren-pesantren tesebut karena saat ini dalam perkembangannya terdapat berbagai macam pesantren seperti :

  1. Pesantren berbentuk pendidikan non formal yang khusus mendalami ilmu-ilmu agama.
  2. Pesantern berbentuk pendidikan non formal yang dilengkapi dengan berbagai keterampilan.
  3. Pesantren berbentuk pendidikan formal, baik madrasah ataupun sekolah umum.
  4. Pesantren berbentuk pendidikan formal yang khusus mendalami ilmu-ilmu agama.
  5. Pesantren berbentuk pendidikan formal yang dilengkapi dengan berbagai keterampilan.

Bentuk mana yang tepat terserah pada penilaian masing-masing, silahkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisinya. Saran kami khusus untuk ilmu-ilmu agama yang dibahas sebaiknya dipilih pesantren yang memiliki sanad keilmuan yang jelas, jika diruntut, ilmu-ilmu agama yang diajarkan di pesantren tersebut alurnya jelas sampai kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kita tak perlu kuatir atas kebenaran ilmu-ilmu agama yang dipelajari putra-putri kita.

Demikian sekelumit pengetahuan penulis mengenai pesantren yang telah berkembang menjadi lembaga pendidikan unggulan yang sejatinya boleh menjadi pilihan utama bagi pada orang tua untuk pendidikan putri-putrinya.

Ayo mondok…

==========

Ket Gambar : salah satu acara pentas seni yang digelar santri Pondok Modern Darussalam Gontor (Konsulat Banten, 20 Mei 2017)

Post Author: Pak SAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *