Ayo Sholat Berjamaah

BERIKUT BEBERAPA ALASAN WAJIBNYA SHOLAT BERJAMAAH BAGI LELAKI

  • Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar sholat berjamaah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

*“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”* (Al-Baqarah: 43)

  • Saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan sholat berjamaah.

Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

Allah Ta’ala berfirman, *“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum sholat, lalu sholatlah mereka denganmu.”* (An-Nisa’ 102)

  • Orang buta yang tidak ada penuntun ke masjid tetap di perintahkan sholat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

*“Seorang buta pernah menemui Nabi ﷺ dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah ﷺ untuk sholat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.”

Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah sholat).”*

*Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,*

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

*Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi ﷺ* *bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.*

  • Wajib sholat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

Sabda Rasulullah ﷺ ,

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

*“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.”*

  • Rasulullah ﷺ memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak sholat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

Rasulullah ﷺ bersabda,

*Sholat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh.

Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga sholat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku *bersama beberapa orang membawa kayu bakar*

*mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri* *sholat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”*

*Ibnu Mundzir* *rahimahullah berkata,*

*“keinginan beliau* *(membakar rumah) orang yang tidak ikut sholat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya sholat berjamaah di masjid”.*

  • Tidak sholat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

*“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir sholat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) sholat yang ada.”*

  • Sholat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

Rasulullah ﷺ bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

*“Sholat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”*

  • Keutamaan sholat berjamaah yang banyak

Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

*“Barang siapa sholat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti sholat setengah malam. Barang siapa sholat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti sholat semalam penuh.”*

  • Tidak sholat berjamaah akan dikuasai oleh setan

Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

*Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan sholat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (sholat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”*

  • Amal yang pertama kali dihisab adalah sholat

jika baik sholatnya maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih sholat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan sholat berjamaah?

Nabi ﷺ bersabda,

*“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah sholatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui,

“Periksalah sholat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunnah?” Jikalau terdapat sholat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada sholat wajib hamba-Ku itu dengan sholat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”*

*Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).*

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر

*“Adapun sholat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya, kecuali bila ada udzur.”

Post Author: Pak SAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *